Jujur, pertama baca headline-nya, gua kira ini clickbait. Ternyata nggak.
Ceritanya begini. Ada kelompok hacker yang dikait-kaitkan sama Iran. Mereka nggak bikin AI sendiri. Mereka pinjam punya Anthropic — Claude namanya. Buat apa? Buat ngelacak kapal perang Amerika di Timur Tengah.
Kedengeran kayak film, ya. Tapi ini beneran masuk laporan 154 halaman yang Anthropic rilis sendiri.
Yang bikin gua agak merinding: caranya nggak canggih-canggih amat. Mereka ambil data transponder kapal dan pesawat. Tambahin foto militer sama citra satelit komersial. Semua itu masuk ke Claude, diolah, jadi semacam “saran target”. AI-nya nggak sadar dia lagi dipakai buat hal yang dilarang. Dia cuma jawab pertanyaan.
Anthropic bilang akun-akun itu udah diblokir. Tapi…
Ada beberapa temuan lain yang bikin gua mikir dua kali. Kelompok yang dikaitkan sama Houthi pakai Claude buat ngembangin software rudal jarak 2.000 kilometer. Ada juga yang ngelacak komunitas Uighur dan mantau tokoh agama di Asia. Satu lagi — ini yang paling bikin gua speechless — ada yang latih drone otonom pakai data medan perang Ukraina.
Baca juga: Kerja di Data Center AI Inggris: Segemas Itu Nggak, Sih?
Claude punya pengaman, kok. Nggak semua permintaan diloloskan. Tapi laporan itu sendiri ngaku: “pengaman kami menghalangi banyak hal, tapi nggak semuanya.” Orang bisa nyamar, coba-coba, dan akhirnya tembus juga.
Nah, ini bagian yang gua rasa paling aneh. Tentara Amerika sendiri pakai Claude. Awal 2026, waktu mereka serang Iran, Claude dipakai buat evaluasi intelijen dan simulasi medan perang. Jadi pemerintahan Trump di satu sisi nyinyir soal Anthropic, di sisi lain nggak bisa lepas dari produknya.
Gua nggak tahu harus ketawa atau khawatir. Satu alat yang sama, dipakai dua pihak yang lagi berhadapan. Mungkin ini yang orang sebut perlombaan senjata AI. Atau mungkin cuma kekonyolan zaman.
Baca juga: Amazon Rekrut Veteran Siber Kevin Mandia ke Jajaran Direksi, Sinyal Serius Hadapi Ancaman AI