Kalau selama ini persaingan AI cuma terlihat seperti lomba siapa yang punya chatbot paling pintar, ceritanya ternyata jauh lebih rumit. Di balik layar, cara sebuah model AI belajar dan mendapatkan kemampuan juga ikut menjadi arena persaingan.
Salah satu isu yang mencuat berkaitan dengan AI China dan Amerika Serikat, terutama dugaan pemanfaatan teknik distillation untuk mempelajari kemampuan model AI yang dikembangkan perusahaan AS.
DeepSeek dan Moonshot AI Jadi Sorotan
Nama DeepSeek dan Moonshot AI ikut muncul dalam persoalan ini. Keduanya dikaitkan dengan penggunaan jaringan perantara untuk mengirim permintaan dalam jumlah besar ke model AI milik Anthropic.
Buat pengguna biasa, mengirim pertanyaan ke chatbot mungkin terasa sepele. Namun kalau dilakukan dalam jumlah sangat besar, pola jawaban yang muncul bisa memberikan banyak petunjuk mengenai kemampuan sebuah model.
Di sinilah istilah AI distillation menjadi penting. Teknik ini pada dasarnya memungkinkan pengembang membuat model yang lebih efisien dengan mempelajari perilaku atau keluaran dari model yang lebih besar.
Masalahnya bukan sekadar soal teknik tersebut. Cara akses dan tujuan penggunaannya yang kemudian menjadi persoalan.
Baca juga: Amazon Rekrut Veteran Siber Kevin Mandia ke Jajaran Direksi, Sinyal Serius Hadapi Ancaman AI
Sebenarnya Apa Itu AI Distillation?
Bayangkan kita sedang belajar dari seseorang yang jauh lebih jago. Kita tidak melihat seluruh proses berpikirnya, tetapi terus memberikan pertanyaan, memperhatikan jawabannya, lalu mencari pola dari respons tersebut.
Kurang lebih seperti itulah gambaran sederhananya.
Dalam pengembangan model AI, distillation memang dapat digunakan secara sah untuk menghasilkan sistem yang lebih kecil dan efisien. Namun, penggunaan akun palsu, perantara, atau akses dalam skala besar terhadap model pihak lain bisa menimbulkan persoalan keamanan dan aturan penggunaan.
Pemerintah AS bahkan menyebut praktik semacam ini sebagai “industrial-scale distillation attacks.”
Claude dan Anthropic Ikut Terseret
Model Claude milik Anthropic menjadi salah satu sistem yang disebut dalam persoalan tersebut. Permintaan dalam jumlah besar diduga diarahkan melalui pihak ketiga untuk mendapatkan respons yang kemudian berpotensi membantu pengembangan model pesaing.
Bagi orang yang sehari-hari memakai AI, bagian ini cukup menarik. Kita biasanya hanya melihat kolom chat dan hasil jawabannya. Di balik satu pertanyaan sederhana, ternyata data dan pola respons bisa mempunyai nilai yang sangat besar dalam pengembangan teknologi.
Baca juga: Gila! Salesforce dan Claude Bikin “Claudeforce”, CRM Paling Cerdas Sepanjang Masa!
Bukan Cuma Soal Meniru Teknologi
Persoalan ini juga bersinggungan dengan keamanan artificial intelligence. Anthropic mengungkap adanya penggunaan Claude untuk aktivitas berisiko, termasuk aktivitas peretasan dan penelitian biologis yang berbahaya.
Ada pula permintaan berkaitan dengan modifikasi flu burung agar mampu menginfeksi mamalia. Ini membuat pembicaraan tentang keamanan AI terasa jauh lebih nyata, bukan sekadar debat soal siapa yang memiliki chatbot terbaik.
Perkembangan teknologi AI China seperti DeepSeek dan Moonshot AI menunjukkan betapa cepatnya industri ini berubah. Tetapi semakin kuat kemampuan model AI, semakin besar pula tantangan untuk menjaga akses, data, dan penggunaannya tetap aman.