Jujur, pas pertama baca kabar ini, aku langsung mikir: “Ini gede banget, tapi kenapa feel-nya kayak lagi baca berita bisnis biasa aja?” Padahal kalau ditelisik, salah satu paling menarik di sektor M&A sepanjang September 2026.
Silver Lake, salah satu private equity paling tajir di dunia, lagi siapin langkah besar. Mereka mau gabungin dua perusahaan software miliknya, Cegid dan Silae. Nilai kesepakatannya? 10 miliar euro, atau sekitar Rp188 triliun. Buat ukuran perusahaan software Prancis, angka itu nggak main-main.
Bukan Sekadar Gabung, Tapi Bangun Ekosistem
Aku sempat baca ulang detailnya karena penasaran. Ternyata Cegid itu udah 40 tahun lebih main di software manajemen bisnis, akuntansi, dan pajak. Sementara Silae fokus di payroll dan HR. Kalau dua ini digabung, mereka bakal punya data payroll, akuntansi, e-invoicing, keuangan digital, sampai pembayaran dalam satu atap.
Yang bikin makin seru: mereka bakal bentuk tim developer berisi 1.400 orang yang khusus ngerjain AI. Jadi bukan cuma merger biasa, tapi emang mau bangun ekosistem software yang siap tempur di era AI.
Christian Lucas, Managing Partner Silver Lake, ngasih pernyataan yang menurutku cukup jujur. “Cegid membawa keahlian akuntansi dan pajak yang udah ada lebih dari empat dekade. Mereka baru aja beli Shine yang bawa kapabilitas pembayaran dan bank digital. Lalu, Silae datang dengan keahlian payroll dan HR dasar. Idenya adalah menggabungkan semua ini dalam satu penawaran terintegrasi.”
Baca juga: Amazon Rekrut Veteran Siber Kevin Mandia ke Jajaran Direksi, Sinyal Serius Hadapi Ancaman AI
Tekanan AI Bikin Sektor Software Berubah Arah
Aku nggak bisa nggak mikir, ini semua sebenernya efek dari ketakutan yang lagi melanda industri. Sepanjang 2026, sektor software sempat goyah karena muncul istilah “SaaSpocalypse”—kekhawatiran bahwa AI bakal bikin model bisnis SaaS lama jadi nggak relevan. Meski sempat pulih, tekanan itu masih kerasa.
Dengan merger ini, Cegid dan Silae berharap bisa perbesar skala investasi riset dan pengembangan di tengah munculnya AI. Silver Lake sendiri bakal tetap jadi pemegang saham mayoritas. Transaksi ini ditargetkan rampung di paruh pertama 2027, tentu setelah dapat lampu hijau dari regulator.
Om Christian juga sempat bahas tantangan unik di Eropa. “Kalau kamu lihat teknologi di Eropa, meski orang bilang Eropa itu satu pasar, sebenarnya ada 27 negara berbeda. Banyak investasi teknologi dimulai dengan menciptakan juara nasional.”
Nah, Cegid dan Silae ini contoh langka dari “juara nasional” yang sukses ekspansi lintas negara besar di Eropa. Keduanya dari Prancis, tapi udah melebar ke Spanyol dan Portugal. Cegid bahkan punya posisi kuat di Jerman. Mereka membidik 17 juta UKM sebagai pelanggan potensial.
Gabungan perusahaan ini diproyeksikan punya pendapatan tahunan sekitar 1,6 miliar euro (sekitar Rp30 triliun). Buat aku pribadi, ini bukan cuma soal angka. Ini soal bagaimana perusahaan software Eropa lagi coba bertahan dan beradaptasi di tengah gempuran AI yang makin kencang.
Baca juga: Garry Tan: Santai Aja Soal Distilasi AI, Fokus ke Risiko Nyata!