Jujur, pas pertama baca pernyataan Garry Tan dari Y Combinator, aku agak kaget juga. Di tengah para raksasa AI yang ribut soal praktik distillation—proses di mana model AI kecil “belajar” dari output model raksasa—Garry malah bilang, “Do nothing“. Santai banget, kan? Kayak temenku yang lagi di-fomo-in grup chat tapi milih mode pesawat.
Baginya, daripada sibuk ngejar perusahaan China yang dituduh nyontek teknologi, mendingan kita fokus ke risiko AI yang beneran ada di depan mata. Nih, aku coba bedah santai pandangannya.
Apa Itu Distilasi dan Kenapa Ribut?
Jadi gini, distillation itu ibaratnya model AI kecil nge-contek PR dari model AI yang lebih pinter. Aku pernah baca thread di X soal ini, dan ributnya kayak drama grup WA keluarga besar. OpenAI dan Anthropic udah nggak tahan, mereka nuduh perusahaan China kayak DeepSeek, Moonshot AI, dan MiniMax ngelakuin hal ini secara ilegal.
Bahkan, NSA, CISA, dan FBI sampai keluar dengan peringatan cybersecurity resmi soal ini. Tapi, Garry Tan punya pandangan beda. Dia justru balik nanya: bukankah data yang dipakai buat latih model-model AI itu sendiri masih sering melanggar hak cipta? Ingat kan kasus The New York Times yang menggugat OpenAI dan Microsoft? Nah, itu kan juga sama-sama “nyontek” sumber orang.
Baca juga: Bocor! Lab AI China Diam-Diam “Nyolong” Ilmu Claude, Ada Alibaba hingga DeepSeek
Solusi Garry: Open Weight Models!
Alih-alih melarang, Garry punya solusi yang menurutku cukup masuk akal. Dia pengen ada keseimbangan antara open weight models dan model frontier.
“Ini sebenarnya kasus yang ideal. Kamu ingin model open weight memberi orang kebebasan dan akses,” jelasnya.
Dia bilang, regulator harusnya ngejar ini, bukan malah sibuk ngurusin distilasi. Meskipun dia akui ini ibarat “a tightrope” atau berjalan di atas tali, tapi hasilnya bisa jadi yang terbaik. Aku sendiri setuju sih—kayak waktu aku belajar masak, awalnya susah cari resep gratis, tapi begitu banyak yang open source, semua jadi lebih gampang.
Fokus ke Risiko Nyata, Bukan Fiksi Ilmiah
Garry juga nyoroti soal kepanikan publik terhadap risiko AI yang katanya bisa mengakhiri peradaban. Menurutnya, kita harus fokus pada science fact, not science fiction.
“Kita perlu merespons apa yang terjadi sekarang. Jika ada pelanggaran dan upaya terkoordinasi oleh agen untuk mengambil alih infrastruktur kita, apa yang harus kita lakukan?”
Baginya, cybersecurity adalah risiko yang nyata dan mendesak. Contohnya aja, baru-baru ini Anthropic memblokir akses Claude untuk lima ilmuwan yang diduga pakai model itu buat riset patogen berbahaya. Itu baru risiko nyata! Aku jadi ingat waktu akun emailku kena phishing—paniknya bukan main, dan itu cuma skala pribadi.
Masa Depan Kerja: Nggak Perlu Panik
Soal AI job loss dan gejolak ekonomi? Garry optimis. Dia yakin butuh puluhan tahun buat hal ini benar-benar terasa di masyarakat. Malah, dia prediksi kita bakal bertransisi ke otomatisasi tugas-tugas rutin dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal kreatif.
“Butuh puluhan tahun untuk ini benar-benar meresap ke masyarakat, dan itu bukan hal yang buruk,” ujarnya.
Yang jelas, Y Combinator sendiri udah nggak sabar investasi di AI. Dari 196 startup yang tampil di Demo Day, 149 di antaranya adalah venture machine-learning dan AI! Aku aja yang cuma nonton recap-nya di YouTube udah kewalahan, apalagi yang hadir langsung.