Kalau mengikuti perkembangan industri AI belakangan ini, ada satu hal yang makin kelihatan: perang teknologi sekarang bukan cuma soal siapa yang punya model AI paling pintar. Infrastruktur di belakangnya juga ikut menentukan siapa yang bisa berkembang lebih cepat.
Fidji Simo tampaknya melihat peluang tersebut. Sosok yang dikenal sebagai salah satu pemimpin di OpenAI itu bergabung sebagai direktur independen Nscale, perusahaan yang fokus menyediakan infrastruktur cloud untuk kebutuhan kecerdasan buatan.
Fidji Simo Punya Peran Baru di Nscale
Simo membawa pengalaman yang cukup panjang di dunia teknologi. Sebelum berada di OpenAI, ia pernah memimpin Instacart dan terlibat dalam pengembangan produk digital berskala besar.
Buat yang mengikuti perjalanan kariernya, perpindahan ini cukup masuk akal. Nscale sedang membangun bisnis AI cloud infrastructure, sementara kebutuhan perusahaan terhadap komputasi AI terus meningkat.
Simo juga masih akan menjadi penasihat paruh waktu untuk OpenAI. Ia disebut tidak akan terlibat dalam pembahasan dewan Nscale yang berhubungan dengan OpenAI.
Baca juga: Garry Tan: Santai Aja Soal Distilasi AI, Fokus ke Risiko Nyata!
Nscale Bersiap Menuju IPO
Yang membuat posisi baru Simo makin menarik adalah waktunya. Nscale sedang mempersiapkan langkah menuju Nscale IPO, di tengah minat investor yang masih tinggi terhadap perusahaan infrastruktur AI.
Nscale sebelumnya mengumumkan pendanaan Seri C sebesar US$2 miliar dengan valuasi sekitar US$14,6 miliar. Perusahaan ini juga agresif memperluas kapasitas pusat data dan komputasi berbasis GPU.
Di sinilah bisnis Nscale terasa relevan. Model AI membutuhkan daya komputasi besar untuk dilatih maupun dijalankan. Jadi, perusahaan yang menyediakan GPU computing dan pusat data bisa ikut menikmati pertumbuhan industri tersebut.
Kenapa Kehadiran Simo Jadi Perhatian?
Menurut saya, bagian paling menarik bukan sekadar nama besar Fidji Simo. Pengalamannya di sisi produk bisa menjadi pelengkap bagi perusahaan yang selama ini lebih dikenal lewat infrastruktur teknologinya.
Simo mengatakan, “akses terhadap compute dapat menentukan seberapa cepat perusahaan mengubah terobosan AI menjadi produk.”
Kalimat tersebut cukup menggambarkan kondisi industri sekarang. Teknologi AI boleh saja terlihat canggih di layar, tetapi semuanya tetap membutuhkan komputer, GPU, pusat data, dan kapasitas cloud yang memadai.
Baca juga: Kerja di Data Center AI Inggris: Segemas Itu Nggak, Sih?
OpenAI dan Babak Baru Simo
Simo sebelumnya bergabung dengan OpenAI sebagai CEO Applications setelah direkrut Sam Altman. Kini, keterlibatannya dengan Nscale menempatkannya lebih dekat dengan sisi lain dari ekosistem AI, yaitu bisnis cloud computing dan infrastruktur.
Kalau tren ini terus berjalan, perusahaan penyedia infrastruktur bisa punya peran yang sama pentingnya dengan pembuat model AI. Dan buat Nscale, membawa figur seperti Simo ke jajaran dewan jelas bukan langkah yang dilakukan tanpa alasan.