Pernah ngebayangin nyari penginapan di Airbnb kayak lagi ngobrol sama asisten pribadi? Konsep yang dulu cuma mimpi, kini mulai diuji coba. Kabar terbarunya, platform short-term rental ini lagi serius-seriusnya garap fitur search bertenaga AI yang bisa diajak ngobrol pake bahasa sehari-hari. Tenang, buat yang masih doyan filter manual, mereka juga nyediain tombol sakelar biar gak kejepit alienasi.
AI Bukan Cuma buat User, Tapi Juga Nyusun Kode
Yang lebih keren lagi, si AI ini udah kayak ‘tukang bangunan’ di balik layar. CEO Brian Chesky mengungkap kalau AI sekarang menulis 60% kode program Airbnb. Hasilnya? Proses bikin fitur dari ide sampai rilis jadi 60% lebih cepet! Bayangin, dalam 6 bulan terakhir aja, jumlah fitur baru yang mereka luncurin melonjak hampir 80% dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini bukan cuma soal ngoding, tapi produktivitas tim yang bener-bener kece.
“Sekarang kami membangun, menguji, dan melakukan iterasi lebih cepat daripada setahun lalu. Di beberapa inisiatif kunci, kami memangkas waktu dari konsep hingga peluncuran hingga 60%,” ujar Chesky dalam panggilan pendapatan kuartal kedua.
Baca juga: Kitesurf: Browser Masa Depan yang Nggak Dirancang Buat Manusia
Tes Fitur Search “Ngobrol” yang Lebih Personal
Nah, yang paling dinanti adalah uji coba fitur AI Search. Bedanya sama search biasa, kamu bisa ngetik pertanyaan panjang kayak gini: “Cari villa di Bali buat 10 orang, dekat pantai, ada kolam renang, dan view sunset.” Nanti hasilnya bakal muncul dalam format visual yang interaktif, bukan cuma teks doang. Judul dan highlight-nya malah bakal digenerate secara real-time dan dipersonalisasi sama AI.
Ini langkah yang lumayan berani. Soalnya, Chesky sebelumnya sempet bilang kalo interface kayak chatbot itu gak cocok buat travel. Makanya, mereka bikin AI-nya lebih kayak ‘asisten pintar’ yang tetap ngasih pengalaman visual dan mudah dibandingin, bukan malah bikin pusing. Jadi, fitur ini adalah bentuk lain dari AI for discovery yang mereka bangun.
Baca juga: Gila Habis! Rippling Buang Jutaan Dolar Buat AI, Sekarang Bikin Alat Buat Ngukur ROI Karyawan
Dampak Nyata: Biaya Customer Service Turun 16%!
Di sisi lain, AI juga udah jadi pahlawan buat tim customer support. Sejak diluncurin di Amerika Utara tahun lalu, AI agent mereka sekarang udah bisa dipake dalam lebih dari 50 bahasa. Hasilnya mengejutkan: hampir 45% keluhan pelanggan yang dimulai dari AI ini berhasil diselesaikan tanpa campur tangan manusia! Ini berdampak langsung ke efisiensi, bikin biaya support per pemesanan turun 16%. Keren banget kan?
Kesimpulan: Efisiensi Maksimal, Pengalaman Makin Oke
Intinya, Airbnb lagi bertransformasi jadi perusahaan “AI-native” di semua lini. Dari belakang (ngoding, support) sampe depan (search, personalisasi). Buat para host, mereka juga dapet fitur AI buat bantu proses onboarding. Buat para pelancong, petualangan nyari penginapan yang super personal tinggal menghitung hari. Ini bukan cuma soal teknologi, tapi bagaimana AI bikin semua proses jadi lebih efisien dan experience kita jadi mulus.
Baca juga: OpenAI Rem Mendem Model AI Astra? Takut Kebangetan Jago Hack!